Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Profil
Komitmen seorang Ketut Suardhana Linggih & ekonomi kreatif Indonesia
Selasa, 15 Juli 08 - by : Triharyo (Hengki)

Untitled document

Ada sebuah berita kecil tapi menurut saya sangat penting dan juga luar biasa. Pada hari Sabtu 11 Juli 2008, Wapres Jusuf Kalla telah meresmikan perluasan pabrik percetakan PT Ganeca Exact milik seorang putra Indonesia yang bernama Ketut Suardhana Linggih. Ketut adalah alumni Mesin ITB Angkatan 1977 dan penerima penghargaan ADIKARSA PEMUDA bidang Pembangunan Kewirausahaan dari Presiden RI di tahun 1997.

Sejak lulus dari ITB, Ketut terus bergelut dalam bisnis industri percetakan. Komitmennya untuk menghasilkan buku murah karya putra-putri Indonesia, terus ia lakukan dan laksanakan secara konsisten. Bahkan setiap tahunnya, Ketut memprakarsai pemberian buku gratis kepada murid dan siswa yang tidak mampu membeli buku.

Ia melakukan karya amal ini melalui Yayasan Bhakti Ganesha. Perluasan pabriknya di wilayah Bekasi hari Sabtu lalu memerlukan biaya sekitar US $ 35 juta. Diharapkan dengan penambahan pabrik baru ini, maka PT Ganeca Exact mampu meningkatkan produksi dari 60 juta eksemplar per tahun ke 90 juta. Pabrik di Bekasi ini merupakan perluasan dari pabrik PT Ganeca Exact yang di Bandung dan Pondok Gede.

Sehingga Ketut mentargetkan dengan penambahan kapasitas tersebut, perusahaannya mampu untuk mengexport buku-bukunya ke manca negara. Sebagai wakil ketua Kadin, Ketut saat ini mendorong berkembangnya dan implementasi ”blue print ekonomi kreatif Indonesia”. Menurutnya, sektor Ekonomi kreatif menyumbang rata-rata Rp 81 Triliun setiap tahunnya dan menyerap tenaga kerja sekitar 5,4 juta atau 9,13 persen terhadap total ekspor nasional. Selama ini sumbangan ekonomi kreatif pada PDB sebesar 6,4 persen.

Ekonomi kreatif bertumpu pada 14 subsektor industri kreatif yaitu periklanan, penerbitan dan percetakan, TV dan radio, film, video dan fotografi, musik, seni pertunjukan, arsitektur, desain, fesyen, kerajinan, pasar barang seni, permainan interaktif, layanan komputer dan piranti lunak serta penelitian dan pengembangan. Persentase kontribusi PDBB sub sektor industri kreatif pada 2006 didominasi oleh fesyen sebesar 43,71 persen atau senilai Rp45,8 triliun, kerajinan sebesar 25,51 persen atau senilai Rp26,7 triliun, periklanan sebesar 7,93 persen atau senilai Rp8,3 triliun. Itulah komitmen Ketut Suardhana Linggih. Seorang putra bangsa yang berkarya nyata

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=104