Selasa, 04 Oktober 11 - oleh : Triharyo Soesilo | 0 komentar | 1684 hits
Untitled document
Hari-hari ini, mulai terjadi tarik menarik (lagi) antar berbagai paham ideologi di dunia.
Di Amerika Serikat, Sabtu 1 Oktober 2011 lalu, telah terjadi protes yang berjudul “Occupy Wall Street”. Sampai minggu ini, para demonstran yang tergabung dalam www.occupywallstreet.org, sudah hampir 3 (tiga) minggu menguasai jalan-jalan di Wall Street dan juga jembatan Brooklyn di New York. Inti statement dari protes mereka adalah bahwa 99% penduduk Amerika saat ini sudah sangat muak dengan korupsi dan keserakahan oleh para politisi dan pengusaha Wall Street yang jumlahnya hanya 1%. Kapitalisme yang berbasis demokrasi telah mengakibatkan kegagalan, kesengsaraan dan kemiskinan pada sebagian besar rakyat Amerika. Ilustrasi dari gerakan ini, dapat dilihat pada film Michael Moore yang berjudul “Capitalism: A Love Story”.
Sebagaimana diketahui, pada saat yang hampir bersamaan, banyak negara-negara Eropa yang telah puluhan tahun menerapkan paham Sosialisme, dengan berbasis Demokrasi, juga mulai makin terlihat dampaknya akhir-akhir ini. Negara-negara yang memberikan banyak bantuan subsidi kepada rakyatnya dalam banyak program kerakyatan, justru mengakibatkan kebangkrutan akut pada negara-negara tersebut. Silahkan baca tulisan saya sebelumnya.
Namun sebaliknya, di negeri China yang akhir-akhir ini sedang mengalami kemajuan perekonomian yang sangat pesat, justru pemerintahnya sangat tidak membolehkan berkembangnya paham demokrasi untuk tumbuh di negeri tersebut. Sehingga untuk melakukan pemilihan suara (voting) saja-pun sangat dilarang. Dalam sebuah artikel di majalah The Economist minggu lalu, dikupas bagaimana pemerintah China melarang segala macam bentuk voting, termasuk pemilihan pemenang dalam sebuah acara TV, ala American idol.
Dalam kesempatan yang baik ini, saya menemukan pidato pak SBY dan juga pak Habibie, saat memperingati hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 2011 yang lalu. Pada hari itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa Indonesia, seorang Presiden aktif dan 2(dua) orang mantan Presiden RI (Pak Habibie dan Ibu Megawati), berpidato membahas karya dan pemikiran Presiden Pertama Indonesia, tentang ideologi yang paling sesuai untuk bangsa ini.
Pidato tokoh-tokoh ini cukup menarik untuk dibaca dan juga mungkin bisa memberikan sedikit jawaban terhadap pertentangan ideologi yang mungkin akan terjadi di Indonesia. Berikut ini link pidato-pidato tersebut :
Sayang sekali saya tidak bisa menemukan naskah pidato ibu Megawati pada peringatan acara tersebut. Kalau ada teman-teman yang menemukan link-nya mohon saya di-info untuk saya tambahkan pada tulisan ini, sehingga bisa melengkapi dokumentasi peristiwa, yang menurut saya, sangat bersejarah. Terima kasih sebelumnya