Studi kecelakaan kereta api dan meningkatnya kecelakaan di jalan raya selama liburan lebaran
Kamis, 08 September 11 - oleh : Triharyo Soesilo | 1 komentar | 2084 hits
Untitled document
Pada tahun 2006, karena tragedi kecelakaan kereta api hampir terjadi setiap 2(dua) minggu sekali, beberapa teman-teman alumni ITB angkatan 1977 yang berada di PT KAI, maupun yang diluar, mengambil inisiatif untuk membuat studi ”gratis” tentang sebab-musabab terjadinya kecelakaan kereta api di Indonesia. Mereka merasa terpanggil karena sangat prihatin dengan hilangnya ratusan nyawa manusia setiap tahunnya, yang meninggal secara konyol, akibat kecelakaan kereta api.
Kronologi upaya penyusunan studi tersebut, dan juga hasil laporan yang cukup rinci, serta usaha untuk me-lobby para stakeholders di puncak pemerintahan, oleh rekan-rekan ITB77, dapat dibaca pada link berikut.
Data-data kecelakaan kereta api yang baru pertama kali dirapikan dan disusun menjadi sebuah studi, antara lain menunjukan bahwa mayoritas kecelakaan kereta api di Indonesia dalam kurun waktu 2000 – 2005, terjadi karena anjloknya kereta api (59%) – lihat pie chart. Data-data kajian menunjukkan bahwa kecenderungan anjloknya kereta api dari tahun ke tahun terus meningkat (lihat kurva garis berwarna kuning). Data-data ini akhirnya kemudian di-refer oleh Badan Penelitian Departemen Perhubungan dan menjadi masukan dalam upaya perbaikan infrastruktur kereta api, yang diprakarsai oleh Menteri Perhubungan kala itu, Yusman SD.
Secara khusus masalah anjloknya kereta api kemudian menjadi perhatian Direktur utama PT KAI saat itu, Rony Wahyudi. Contohnya dalam inspeksi menjelang Lebaran tahun 2008, Roni menyatakan bahwa kasus kecelakaan kereta api dan juga anjloknya kereta mulai menurun. "Tahun ini jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya dan turun sekitar 70% untuk kereta anjlok" ujar Rony saat melakukan pemeriksaan persiapan sarana kereta api menjelang kegiatan mudik lebaran pada tahun tersebut.
Dalam kurun 4 tahun terakhir ini, moda transportasi kereta api selama kegiatan mudik lebaran, relatif dianggap aman. Keselamatan yang meningkat ini antara lain karena upaya-upaya Menteri Perhubungan Yusman SD pada tahun 2007, yang meng-injeksikan dana hampir Rp 19,3 triliun untuk perbaikan infrastruktur kereta api selama tahun 2007-2009. Juga upaya-upaya investasi yang di-inisiasi oleh Roni Wahyudi di PT KAI senilai Rp 1,43 Triliun pada tahun 2008, yang secara spesifik digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi kecelakaan kereta api. Kedua tokoh ini memang sangat concern untuk mengurangi kecelakaan kereta api di Indonesia. Menteri Yusman SD, selain mengatasi kecelakaan kereta api, juga saat itu fokus untuk mengurangi kecelakaan pesawat terbang yang sempat meningkat pada tahun-tahun 2005 – 2007.
Usaha-usaha yang diupayakan oleh kedua tokoh diatas, perlu saat ini dilakukan oleh para pimpinan dan para pengelola lalu lintas jalan raya di Indonesia. Karena tahun 2011 ini, kecelakan yang terjadi di jalan raya sepanjang liburan lebaran, menunjukan data-data yang cukup menyedihkan :
Angka kecelakaan pada liburan lebaran tahun ini meningkat dari 3.010 kecelakaan pada tahun lalu, menjadi 4.259
Angka korban luka berat naik 15,91 persen dibandingkan tahun lalu, atau mencapai 1.129 orang pada tahun ini.
Walaupun angka kematian dari 746 tewas di 2010 relatif menurun menjadi 661
Dalam kesempatan ini, saya menulis surat terbuka untuk memohon kepada siapapun yang mempunyai akses terhadap data-data kecelakaan di jalan raya selama liburan lebaran, misalnya dari tahun 2006 sampai 2011, untuk membantu memasok informasi tersebut. Para alumni ITB angkatan 1977 siap untuk membuat studi secara gratis, menganalisa secara detail penyebab kecelakaan lalu lintas dan tentunya memberikan usulan-usulan solusinya. Studi ini Insya Allah bisa dijadikan acuan para pengambil keputusan di Indonesia, untuk memfokuskan upaya-upaya penanggulangan dalam mengurangi kecelakaan lalu lintas selama liburan lebaran.
Demikian keprihatinan dan juga himbauan terbuka kami. Sehingga mudah-mudahan kecelakaan lalu lintas selama liburan lebaran pada tahun-tahun mendatang, dapat semakin berkurang. Amin
Salam Hengki
Nb : Saat ini di PT Pertamina (persero), agenda pertama yang dibahas dalam rapat Direksi dan Komisaris adalah masalah keselamatan kerja. Syukur alhamdulilah berkat kerja keras semua pihak, keselamatan kerja secara bertahap dapat terus ditingkatkan, contohnya adalah kecelakaan akibat kebakaran LPG 3kg, Insya Allah semakin terus berkurang.
1. masalah kereta api Sabtu, 10 September 11 - oleh : gatot siswanto
saya kira inti dari manajemen adalah disiplin diri. kelemahan mendasar orang indonesia adalah kurang disiplin. sebagus apapun manajemen, tanpa disiplin, akan percuma