Sebuah terobosan - Insinyur Pertamina ciptakan penghilang sulfur untuk proses pengilangan
Rabu, 22 Juni 11 - oleh : Triharyo Soesilo | 2 komentar | 2059 hits
Untitled document
Zat sulfur yang ada di dalam minyak bumi adalah musuh utama bagi para industriawan migas. Zat Sulfur yang terkandung di dalam minyak bumi, bisa menghasilkan bahan bakar bensin dan solar, yang sangat suka membuat mesin berkarat. Juga bila dibakar di dalam mesin, kandungan Sulfur, yang ada dalam bahan bakar, akan membentuk gas yang dapat mengakibatkan hujan asam. Jadi kandungan Sulfur adalah musuh dari para insinyur Pertamina. Itulah sebabnya harga Solar dengan kandungan Sulfur rendah, misalnya 10 bagian per juta (ppm), harganya bisa mencapai US $ 127 per barrel. Tetapi harga Solar yang mengandung sulfur tinggi, misalnya 0.5%, harganya bisa lebih murah $ 3 per barrel atau $ 124 per barrel. Demikian pula harga minyak bumi. Semakin tinggi kandungan Sulfurnya, maka harganya semakin murah. Harga Minyak bumi Minas yang sulfurnya rendah bisa mencapai harga tinggi US $ 115 per barrel. Tetapi harga minyak bumi jenis Duri yang sulfurnya relatif lebih tinggi dari Minas, harganya hanya US $ 105 per barrel atau lebih murah $ 10 per barrel.
Apa artinya angka-angka ini ?. Jika Pertamina bisa mengolah minyak bumi yang kadar sulfurnya lebih tinggi, maka akan bisa membeli bahan baku untuk kilang dengan lebih murah. Sebaliknya jika Pertamina bisa menghilangkan sulfur dari bensin dan solar, maka harga jual produknya akan lebih mahal. Setiap $ 1 per barrel, penghematan bahan baku minyak bumi, adalah ekivalen dengan penghematan Rp 55/liter. Sebuah nilai yang signifikan bila Pertamina mengolah minyak bumi untuk menghasilkan puluhan juta kilo liter Premium, Pertamax dan Solar per tahun-nya. Itulah sebabnya para peneliti Pertamina di laboratorium Research and Development (R&D) center terus berupaya untuk meneliti cara-cara menghilangkan Sulfur secara efisien.
Pada Senin 20 Juni 2011 kemarin, telah diadakan acara doa bersama dalam acara peluncuran produk perdana Zat katalis penghilang Sulfur karya para peneliti R&D Pertamina. Katalis sebanyak 3,6 ton yang resepnya dibuat oleh para peneliti Pertamina bekerja sama dengan peneliti Teknik Kimia ITB, yang dipimpin oleh Dr Subagyo, kemudian diproduksi secara massal di pabrik Kujang United Catalyst, Cikampek. Tampak pada foto, team peneliti Pertamina yang menghasilkan produk perdana tersebut. Zat katalis serupa selama ini harus di-impor teknologinya oleh Pertamina. Namun Pertamina semakin merasa perlu untuk menguasai teknologi ini karena berubah-ubahnya jenis minyak bumi yang ingin diolah oleh Pertamina. Foto dikiri adalah peluncuran truk pengangkut Katalis menuju kilang Dumai oleh pak Edi Setianto (MS-73) Direktur Pengolahan, didampingi oleh pak Heru Sutrisno Deputy Direktur Pengembangan (TK-75).
Karena memang sangat hobby dengan inovasi dan terobosan teknologi, sebagaimana kunjungan sebelumnya, saya Senin kemarin juga menyempatkan untuk berdiskusi lagi dengan para Doktor-doktor peneliti di R&D center Pertamina, setelah acara peluncuran katalis perdana. Tampak pada foto Dr Herry dan Dr Syaiful para ahli katalis Pertamina di depan pilot laboratorium unit mereka yang sangat luar biasa canggihnya. Kalau tidak diingatkan dan diajak pulang, saya hampir-hampir lupa waktu, karena keasyikan berdiskusi dengan para putra-putri terbaik bangsa ini.
1. insinyur indonesia juga hebat Selasa, 20 September 11 - oleh : gatot siswanto
masalah utama dunia engineering di indonesia adalah tidak ada kesempatan yang diberikan pemerintah kepada insinyur kita untuk berkarya, alasannya selalu klasik, biaya lebih mahal. padahal semua inovasi pada awalnya pasti mahal, tapi seiring waktu akan turun secara eksponensial
2. insinyur indonesia juga hebat Selasa, 20 September 11 - oleh : gatot siswanto
masalah utama dunia engineering di indonesia adalah tidak ada kesempatan yang diberikan pemerintah kepada insinyur kita untuk berkarya, alasannya selalu klasik, biaya lebih mahal. padahal semua inovasi pada awalnya pasti mahal, tapi seiring waktu akan turun secara eksponensial