Portal Karya Nyata Merah Putih Portal Karya Nyata Merah Putih  

 

Karya Nyata

Update 100 start up companies
Teknologi Inovatif
» Panas bumi langsung
» Padi SRI
» Jarak Pagar
» Air bersih dan Air limbah
» Biodiesel dari Microalgae
» Atasi Kemacetan
» Bisnis Ketela
» Presentasi Pengolahan Sampah
Perusahaan Inovatif
» Ganesha Energy
» Agribisnis Ganesha
Institusi Pembina
» UKM Center
» Ganesha Bizniz

Wawancara Dengan :

Bisnis Indonesia
[Kamis, 13 Des 2012]
Reuters
[Kamis, 28 Jun 2012]
Detik Finance
[Kamis, 8 Mar 2012]
Dialog online
[Selasa, 17 Mei 2011]
Antara News
[Selasa, 15 Jun 2010]
Detik Finance
[Jum`at, 7 Mei 2010]
Tempo interaktif
[Kamis, 6 Mei 2010]
Inilah.com
[Kamis, 6 Mei 2010]
Inilah.com
[Senin, 15 Mar 2010]
Bataviase.co.id
[Sabtu, 16 Jan 2010]
Majelis Ta’lim
[Rabu, 30 Des 2009]
Republika
[Jum`at, 18 Sep 2009]
Media Indonesia
[Jum`at, 14 Ags 2009]
Vivanews
[Jum`at, 31 Jul 2009]
Vivanews
[Kamis, 30 Jul 2009]
Vivanews
[Senin, 22 Jun 2009]
Kompas
[Kamis, 4 Jun 2009]
Republika
[Senin, 25 Mei 2009]
Bisnis Indonesia
[Kamis, 16 Apr 2009]
Majalah SMA 6 Jakarta
[Minggu, 5 Apr 2009]
Antara
[Rabu, 25 Mar 2009]
Detik finance
[Rabu, 25 Mar 2009]
Detik Finance
[Kamis, 5 Feb 2009]
DetikOto.com
[Sabtu, 31 Jan 2009]
Inilah.com
[Sabtu, 31 Jan 2009]
Kompas
[Kamis, 15 Jan 2009]
Lintas Berita
[Senin, 3 Nov 2008]
Bisnis Indonesia
[Minggu, 27 Jul 2008]
Rakyat Merdeka
[Rabu, 2 Jul 2008]
Bisnis Indonesia
[Selasa, 1 Jul 2008]
Sinar Harapan
[Kamis, 26 Jun 2008]
Kontan
[Rabu, 25 Jun 2008]
Majalah SWA
[Kamis, 12 Jun 2008]
Jurnal Nasional
[Kamis, 27 Mar 2008]
Jurnal Nasional
[Kamis, 27 Mar 2008]
MetroTV News
[Kamis, 20 Mar 2008]
Antara News
[Rabu, 19 Mar 2008]
Republika
[Jum`at, 1 Feb 2008]
Jurnal Nasional
[Selasa, 29 Jan 2008]
Majalah Globe Asia
[Jum`at, 25 Jan 2008]
Jurnal Nasional
[Rabu, 23 Jan 2008]
Detik Finance
[Selasa, 22 Jan 2008]
Bisnis Indonesia
[Selasa, 22 Jan 2008]
Bisnis Indonesia
[Senin, 21 Jan 2008]
Institut Teknologi Bandung
[Minggu, 20 Jan 2008]
Reuters
[Selasa, 15 Jan 2008]
Bisnis Indonesia
[Selasa, 11 Des 2007]
Sinar Harapan
[Sabtu, 8 Des 2007]
Warta Ekonomi
[Kamis, 6 Des 2007]
Portal ITB
[Jum`at, 16 Nov 2007]
Suara Karya
[Rabu, 5 Sep 2007]
BKK - PII
[Jum`at, 27 Apr 2007]
Suara Karya
[Minggu, 30 Okt 2005]
Koran Tempo
[Kamis, 1 Jan 1970 07:00 WIB]

Kategori Berita

Migas (48)
Makro (47)
ICT (43)
Pendidikan (31)
Iptek & Kesehatan (23)
Update 100 start up companies (22)
Agro & Biofuel (21)
Korporasi (20)
Politik (19)
Profil (18)
Strategis (10)
Listrik (9)
Seni (8)
Panas Bumi (8)
Tambang (5)
in-memoriam (3)

5 Komentar Terakhir

dicari pemodal bukan pembeli biji jarak
Minggu, 16 Juni 13
Posted by:

pawennei
jika betul anda memiliki dana untuk menguasai biji jarak tak terbatas jumlahnya,sediakan dana nya yang cukup besar dan mari kita tempatkan dana anda dibank pelaksana ,maka tiap hari dijamin anda jadi pembeli terbesar di negeri ini,kalo hanya ngomong saja,capek deh,

siap kerjasama
Jumat, 19 April 13
Posted by:

PAHYUNI FAHMI
Kami mewakili rekan2 kelompok tani posisi dikalimantan tengah,kami sangat minat untuk kerjasama dibidang perkebunan palawija,khusus tanaman jarak untuk ini kami tujukan kepada Bp Firman,Info lebih lanjut bisa Bp hubungi saya Via email atau Hp.0813 4623 8777,demikian trims

SATISFIED SAMA ARTIKEL BPK
Selasa, 16 April 13
Posted by:

WAHID IMAWAN
assallamuallaikum, saya sangat terkesan dengan artikel-artikel yang bapak tulis di blog bapak, pertama kali saya membaca artikel: Wawancara Hengki di Koran Republika Senin, 12 Nopember 2007. Sangat-sangat berkesan memperluas pandangan saya akan visi hidup. Saya sangat tergerak dengan pendapat bapak Apa yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pada para insinyur untuk memiliki semangat kebangkitan, sebagaimana zaman keemasan Islam itu? . ALhamdulillah masjid rekind, ulul al-bab selalu ramai pada tiap sholat 5 waktu tiba ataupun dhuha pak, sekarang malah akan diperluas agar bisa menampung seluruh jamaah. Progressnya perluasan selesai sebelum ramadhan depan. Mohon doanya pak agar harapan saya bisa bergabung dengan Rekind dapat segera terwujud [saat ini saya masih di anak perusahaannya PT. Rekayasa Engineering ]. Akhir kata, selamat berktivitas pak, semoga rahmat berkah Allah senantiasa dilimpahkan pada kita keluarga. Aamiin3, Jazakumulloh khoiran katsir WAHID IMAWAN Hp: 08563679295 DEPART EMEN CIVIL PT. REKAYASA ENGINEERING

zat katalis
Selasa, 12 Februari 13
Posted by:

broeri
zat katalis sebaiknya tetep digunakan hanya campurannya sedikit saja, yaitu 1 sendok teh dengan 1 liter aquades ( air suling, air hujan, air aki yg biru ). Kegunaannya adalah mempercepat proses elektrolisa, dan yang umum digunakan Soda Kue - Na2CO3 ( biasa disebut natrium bikarbonat, atau sodium bikarbonat kalau gak salah ), atau juga Potassium Hidroxide - KOH ( atau disebut potas yg biasa dibuat mencari ikan di sungai ), atau terakhir pakai NaOH - Kaustik Soda. Cuma ane biasa pake soda kue yg gampang dan murah. Campuran segitu masih normal dan tidak merusak komponen mesin, wong mesin itu ada pelumasannya kok, dan zat tersebut hanya sebagai katalis tidak mencampur ke gas hidrogennya. Sekian agan semua semoga bisa membuat pencerahan, maaf kalau ada salah ya.

Devisit Ekspor-Impor
Minggu, 13 Januari 13
Posted by:

Ahsin Masud
Hengki, bagaimana update dan analisisnya sampai akhir tahun 2012 ? Apakah trendnya berlajut ? Terimakasih dan salam, Ahsin Masud

List Lengkap

Statistik Situs

Visitors 1115970 Users
Hits 1751441 hits
Month 2709 Users
Last-24hr 250 Users
Online 5 User(s)

Top 10 Artikel

Update 100 start-up companies - Pembeli Jarak pagar semakin banyak (1078)
Minyak bumi US $ 117 per barrel - mungkinkah solusinya sumur tua ? (1015)
Kisah Kehidupan Triharyo (Hengki) (9346)
Kisah Andreas Japar menolong para pasien gagal ginjal yang tidak mampu cuci darah (9325)
1 (satu) set perhiasan Mutiara dari Lombok hanya Rp 100.000 - kenapa murah sekali & apa yang bisa dilakukan ? (7904)
Apa yang dimaksud pak SBY dengan Methanol economy & apa saran saya untuk beliau ? (7400)
Tanggapan atas Industri panas bumi (direct use) (7362)
Ingin berbisnis di Industri ICT - Ride the Wimax revolution (7325)
Soeharto dan Teknologi (7126)
Wawancara Hengki di Koran Republika (7088)

Web Link

teguh santosa
[07-Feb-2010 - 2397 hits]
Informasi Pertanian Organik
[10-Jan-2010 - 2286 hits]
Mobil Nasional Fin Komodo Offroad
[30-Nov-2009 - 2096 hits]
Planethijau
[05-Nov-2009 - 2300 hits]
Ekisonline
[28-Aug-2009 - 2128 hits]
SECURITY COMPANY
[06-Aug-2009 - 2437 hits]
ANGKATAN 1980 ITB
[06-Aug-2009 - 2201 hits]
Pertanian Padi SRI Organik
[31-Mar-2009 - 2116 hits]
Dunia Fisika
[03-Mar-2009 - 1996 hits]
DagoZon.com
[10-Feb-2009 - 2290 hits]
Tampilkan situs Anda di sini...
» Tambah link baru
» List Lengkap

top 10 Download

Presentasi Pengolahan Sampah (36779)
Buku petunjuk SRI (22685)
Laporan kecelakaan kereta api (13332)
Kisah kehidupan Triharyo (332kb) (10840)
Presentasi air bersih & air limbah (9658)
Presentasi Industri Panas Bumi (langsung) (9383)
Mencari Jawaban tentang keislaman (1.3Mb) (9250)
Presentasi Kampanye (2.4Mb) (8502)
Presentasi Padi SRI (8138)
Wawancara Koran Tempo (234kB) (6414)
List Lengkap
 

Wawancara Hengki di Koran Republika

Senin, 12 Nopember 2007 - oleh : admin | 2 komentar |   7089 hits

Senin, 12 Nopember 2007

Triharyo Indrawan Soesilo

Sudah Waktunya Berhenti Mensubsidi AS dan Jepang

Nasionalisme abad 21 barangkali bukan sekadar kesiapan menahan invasi pasukan asing yang hendak mengerkah negara ini. Mungkin saja, nasionalisme abad ini juga kesiapan untuk berpacu dalam prestasi dan produktivitas secara global, agar tidak terus menjadi subordinat kekuatan ekonomi dunia.

Isu seperti itulah yang mendominasi obrolan Republika dengan Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Triharyo Indrawan Soesilo. Segera tampak, hal itu pula yang menjadi salah satu kepedulian utama Triharyo. "Negeri ini masih sangat tergantung pada negara lain," kata Triharyo. "Sudah saatnya mengurangi ketergantungan itu." Berikut petikan obrolan Republika dengan salah satu kandidat ketua umum Ikatan Alumni ITB, organiasi yang siap berkongres tersebut.

Sejak lulus kuliah tahun 1981, Anda sudah bergabung dengan PT Rekayasa Industri. Bagaimana ceritanya?

Ketertarikan saya bergabung di perusahaan ini berawal saat Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB, pada 1979. Waktu itu ada seorang pembicara, Pak Hartarto (mantan menteri perindustrian), saat itu kepala Subdit Bina Program di Departemen Perindustrian. Beliau memaparkan perlunya kemampuan engineering untuk membangun industri. Pada tahun 1979, hampir semua industri di Indonesia dibangun pihak asing.

Sampai sekarang saya masih teringat ucapan Pak Hartarto yang menyatakan," Negara tanpa perusahaan engineering adalah negara tanpa otak." Kata-kata itu terus terngiang-ngiang dalam benak saya. Sejak itulah saya memutuskan akan membangun pabrik secara mandiri.

Kebetulan, setelah saya lulus, Pak Hartarto membangun perusahaan BUMN baru yang diberi nama PT Plant Engineering & Company (PEC). Saya mencoba melamar di perusahaan tersebut. Karena perusahaan itu memang belum ada karyawannya, saya terpaksa sampai ikut-ikutan beli kain gordijn dan kursi pertama, di perusahaan yang kemudian berganti nama menjadi PT Rekayasa Industri ini. (Triharyo tertawa).

Apa posisi Anda saat pertama kali bergabung di sini?

Saya insinyur muda. Sebenarnya tawaran dari perusahaan lain waktu itu banyak sekali. Gajinya besar-besar (kembali Triharyo tersenyum). Di sebuah perusahaan minyak, saya ditawari gaji sebesar Rp 500 ribu. Namun saya lebih memilih bekerja di Rekayasa Industri, dengan gaji yang waktu itu hanya Rp 150 ribu per bulan. Belum lagi nama perusahaan pun belum beken.

Itu membuat teman-teman saya sampai bertanya-tanya,"Kenapa kok masuk ke situ?" Saya jelaskan bahwa saya punya cita-cita untuk membangun industri secara mandiri. Nah, obsesi untuk membangun industri secara mandiri itu hingga saat ini pun masih terus bergelora.

Sesudah hampir 26 tahun bergabung dengan PT Rekayasa Industri, apa saja yang telah Anda kerjakan?

Alhamdulillah, bersama teman-teman di Rekayasa Industri,--ada sekitar 600 orang insinyur dari berbagai perguruan tinggi, dengan sekitar 200 orang diantaranya alumni ITB-- kami telah membangun hampir semua pabrik pupuk di Indonesia. Kami juga membangun sekitar 70 persen pabrik semen di Indonesia. Kami bangun kilang minyak pertama hasil karya putera-puteri Indonesia, hingga mendapat penghargaan Rintisan Teknologi dari Presiden.

Selain itu, kami juga membangun pabrik pupuk di Malaysia. Kami membangun pembangkit listrik panas bumi dan batu bara, membangun pipa gas yan menyeberangi laut, dari Sumatera ke Jawa.

Bagaimana kinerja PT Rekayasa Industri saat ini?

Saya menerima tugas sebagai direktur utama di sini mulai 2004 lalu. Waktu itu kondisi perusahaan dalam posisi harus bertahan. Pasalnya, memang sejak 2003-2004 banyak kegiatan menjelang pemilihan umum, sehingga penjualan kami dalam keadaan kecil. Syukur Alhamdulillah, sejak 2004 sampai 2007, sales Rekayasa Industri melonjak sangat tinggi. Tahun ini, salesnya mencapai Rp 3 sampai- Rp 4 triliun per tahun. Padahal biasanya setahun hanya mencapai Rp 1 triliun.

Dengan begitu, revenue tahun depan kami harapkan bisa meningkat menjadi Rp 2,5 triliun. Seiring dengan itu, kami juga berharap laba yang dicapai bisa meningkat. Alhamdulillah, ini semua berkat kerja sama semua pihak dan seluruh jajaran. Secara khusus, saya ingin mengatakan di balik semua capaian ini adalah berkah dari pembangunan masjid.

Kok bisa yakin begitu? Bisa cerita lebih jauh soal berkah ini?

Begini, pada 2004 lalu kami belum mendapat proyek. Padahal setiap bulan kami harus mengeluarkan biaya sebesar 1 juta dolar AS untuk membayar gaji pegawai. Terus, ada seorang karyawan mengusulkan kepada saya. "Pak, bagaiamana kalau kita mendirikan masjid?"

Ide itu tentu membuat saya bertanya kepada karyawan kami, terutama kalangan muslim di sini," Apakah tidak tergolong besar pasak daripada tiang kalau dalam kondisi belum ada proyek seperti ini harus membangun masjid?

Ternyata respons dari teman-teman sungguh luar bisa. Mereka sangat mendukung pembangunan masjid. "Sudah Pak, bangun saja masjid. Insya Allah, kalau kita membangun masjid proyek-proyek akan banyak datang." Respons itu membuat saya mantap saat memutuskan bahwa masjid harus kami bangun di belakang kantor. Setelah itu benar saja, berkah yang kami peroleh sangat luar biasa. Kami mengalami peningkatan pendapatan dan banyak mendapatkan kontrak-kontrak kerja baru. Saya yakin semua ini merupakan berkah yang diberikan Allah SWT.

Selama bergelut di Rekayasa Industri, Anda disebut-sebut pernah mengalami kejadian yang membuat Anda hampir saja meninggal di Bangladesh?

Saat pembangunan pabrik Pupuk Sriwijaya (Pusri), saya merupakan penanggung jawab utama untuk unit urea. Kebetulan proses yang sama juga dipakai di Bangladesh. Karena prosesnya sama dan mereka memulai operasi pabriknya lebih awal, saya ditugaskan pimpinan perusahaan untuk datang ke sana. Saat itu banjir tengah melanda kota Dhaka, Bangladesh. Sulit sekali mencapai lokasi pabrik.

Karena banjir itu pula akhirnya saya tak bisa masuk ke lokasi pabrik dan jadwal kunjungan pun dibatalkan. Saat itu pertengahan 1992. Untunglah saya diselamatkan Allah dengan tidak bisa sampai ke lokasi. Karena di luar dugaan, pabrik itu meledak dan mengakibatkan puluhan orang meninggal. Andai saja saya berada di lokasi, mungkin saya termasuk mereka yang menjadi korban.

Anda dikenal selalu terjun langsung ke lapangan, ikut menangani proyek. Mengapa Anda harus melakukan itu?

Saya sangat suka membangun pabrik dan datang ke proyek. Saya selalu berusaha bertemu dengan karyawan di proyek-proyek yang kami kerjakan. Kami selalu doa bersama mereka. Saya berpendapat, semua orang pasti memanjatkan doa, tetapi kalau kita sebagai pimpinan belum memanjatkan doa, rasanya belum tuntas permohonan itu. Kalau seorang pimpinan perusahaan belum berdoa, bagi saya rasanya belum afdhal. Saya berusaha kalau datang ke lapangan, meninjau proyek yang tengah dikerjakan, paling tidak untuk ikut memanjatkan doa dan salat bersama-sama para karyawan dan pekerja.

Apa yang Anda rasakan dengan melakukan doa bersama di situs proyek bersama para karyawan itu?

Bagi saya dan teman-teman, hal itu seperti sebuah komputer yang di control+alt+del atau di-restart. Doa itu menjadi sebuah kekuatan. Contohnya, waktu kami membangun kilang di Balikpapan. Pada saat itu suasana sangat melelahkan karena harus berlebaran. Kami bekerja 24 jam penuh untuk mengejar waktu. Kawan-kawan pun terlihat sangat lelah.

Melihat kondisi mereka sudah kurang bagus, akhirnya saya bertanya apakah di sana ada pesantren atau tidak. Ternyata ada pesantren, namanya Pesantren Al Furqan, yang segera kami datangi. Sesampainya di sana kami segera berbuka puasa, salat Magrib, shalat Isya, dan sekaligus tarawih. Juga berdoa bersama. Besoknya, saya lihat teman-teman kembali menjadi lebih segar dan lebih terlihat lebih tenang.

Bagaimana Anda bisa menjadi terkesan begitu tertarik dengan masalah-masalah religius?

Saya ini berasal dari keluarga militer. Ayah saya, Soesilo Soedarman, adalah seorang jendral. Sejak kecil saya terbiasa berpindah-pindah, mengikuti penugsan orang tua. Itu membuat saya tak pernah bisa mendapatkan pendidikan pesantren. Namun sejak kecil pun saya sudah banyak bertanya, mengapa Islam harus diturunkan di Arab Saudi? Mengapa begini, mengapa begitu.

Hingga pada 2001 lalu saya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Di sana saya menemukan sebuah tempat di satu mal yang menjual buku-buku agama. Buku-buku itu kebanyakan ditulis oleh orang Barat. Saya beli dan baca semua buku-buku itu. Hingga akhirnya saya merasa mendapat pencerahan. Sekarang saya mengerti mengapa Islam harus turun, juga soal ini-itu. Sejak itulah saya memperoleh sebuah keyakinan bahwa Islam is the best.

Apa sih obsesi Anda yang terutama?

Saya ingin mengembalikan peran insinyur sebagaimana zaman keemasan Islam tahun 700-1200 M. Saat itulah ditemukan antibiotik, Aljabar. Ketika itu keinsinyuran Islam itu sangat luar biasa. Mengapa tidak untuk saat ini pun dicoba?

Upaya apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan impian itu?

Ya, kami memulai dengan diri sendiri. Mulai dari yang kecil, sejak sekarang. Kenapa kita tak membangun pabrik terbaik? Ini merupakan satu-satunya engineering company di dunia, yang mayoritas insinyurnya beragama Islam. Alhamdulillah, kita sudah mendapat ASEAN Engineering Award. Saat ini kami mendapat proyek methanol di Brunei. Ini adalah sebuah kekuatan.

Inilah saatnya umat Islam berkarya. Contohnya, sebagai insinyur Muslim, kita jangan sampai tinggal diam melihat banyak kecelakaan kereta api dan maraknya bencana gempa. Kita telah membuat studi tentang kecelakaan kereta api. Kita juga telah menyosialisasikan rumah yang tahan gempa.

Apa yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pada para insinyur untuk memiliki semangat kebangkitan, sebagaimana zaman keemasan Islam itu?

Begini. Kalau Anda lihat, saat salat Dzuhur dan Ashar di sini, masjid bisa dipastikan selalu penuh, layaknya salat Jumat. Kita mengambil sisi kebenaran, keberanian dan komitmen yang diajarkan Islam. Di sini saya selalu transparan kepada karyawan. Dua kali setahun kami duduk bareng membicarakan potensi untung atau rugi perusahaan. Dengan begitu mereka merasa memiliki. Saya pikir, kita bisa memulainya dengan itu.

Soal industri nasional. Dulu pabrik-pabrik dibangun pihak asing dan sekarang ada Rekayasa Industri. Seberapa besar industri nasional kita dibangun oleh kekuatan lokal?

Masih jauh. Kita baru berhasil membangun Kilang Balongan saja secara mandiri. Seluruh engineering, pengadaan, konstruksi dan pengoperasian oleh Pertamina, kandungan lokalnya baru 44 persen. Sekitar 56 persennya masih impor.

Mengapa?

Insinyur Indonesia masih takut akan dua hal, yakni laut dan mesin berputar. Insinyur Indonesia masih takut pada mesin berputar. Apapun yang namanya mesin berputar, kita belum pernah bisa buat dengan baik. Apakah itu kompresor, turbin, generator, pompa, blower. Termasuk pompa air yang ada di rumah, pasti buatan asing. Insinyur kita juga takut pada laut, baik laut dalam atau dangkal.

Itulah yang belum bisa dicapai saat ini. Namun dibanding tahun 1979, saat kita masih nol,setelah 28 tahun ini baru mencapai 44 persen. Setiap pabrik di Indonesia, 55 persen mensubsidi putera-puteri Jepang, Amerika dan Eropa. Dari 7 miliar dolar AS belanja migas, konten lokal hanya 2 miliar dolar AS. Sebanyak 5 miliar dolar AS masih mensubsidi putera-putera-puetri Jepang, AS dan Eropa. Sudah waktunya kita stop.

Kapan kira-kira, local content bisa mencapai 100 persen?

Itu bisa tercapai kalau insinyur Indonesia bisa mengambil peran itu. Insinyur itu bertugas untuk meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja. Insinyur itu harusnya membuat karya untuk kemaslahatan umat.

Anda merupakan salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni ITB (IA-ITB). Kalau Anda terpilih, apa yang akan diwujudkan?

Program saya adalah mendorong para alumni ITB untuk menjadi champions dalam produk dan jasa dalam negeri. Dulu alumni ITB mahasiswanya memperjuangkan demokrasi. Demokrasi sudah tercapai. Sekarang ini tantangannya sudah lain. Kita harus berani bikin mesin berputar sendiri, memasang platform di laut sendiri, berani gagal, berani bangkit dan bersaing dalam produk dan jasa dengan asing. Konstruksi sipil seperti jalan dan jembatan, semua sudah lokal. Teknik kimia juga sudah. Elektronik juga sudah bagus. Tinggal mesin dan laut yang harus terus didorong.

Sedikit bernostalgia. Bagaimana masa kecil Anda?

Sebagai anak tentara, masa kecil yang paling berkesan adalah saat berpindah-pindah rumah. Ayah saya mendidk dengan gaya Spartan. Hidup disiplin, merawat diri sendiri dan belajar disiplin. Saya tak pernah dikasih uang jajan. Tapi kalau untuk membeli buku dan alat-alat sekolah, ayah saya sampai mencari kemana-mana.

Dari kecil pendidikannya memang sudah keras. Ibu dan ayah mengajarkan bahwa yang ada dalam kantong dan pundak,--harta dan kedudukan, pasti akan hilang. Yang ada dalam kepala dan hatilah yang akan langgeng. "Kamu tak akan kehilangan ilmu dan budi pekerti. Ilmu dan pekerti tak akan pernah hilang. Kebaikan itu akan dikenang dan abadi.

Kabarnya waktu masih menjadi anak seorang menteri, Anda sempat ditawari dana Rp 3 miliar oleh sebuah perusahaan telekomunikasi Eropa untuk mempengaruhi ayah Anda. Mengapa Anda dengan tegas menolaknya?

Saya menolak dengan tegas karena kalau ayah saya tahu, pasti beliau akan marah-marah. (Triharyo tertawa). Impian saya bukan itu. Uang itu bukan segalanya. Obsesi saya adalah membangun pabrik. Karena saya ingin sekali membangun pabrik, saya sampai menerima tawaran membangun pabrik di Bontang. Waktu itu saya harus tinggal di peti kemas (container). Sampai orang-orang pada bingung, anak menteri kok mau tinggal di kontainer yang kotor.

Yang agak mengkhawatirkan adalah saat ayah sebagai menparpostel tengah melakukan pembersihan di Telkom. Saya khawatir karena rumah direktur keuangan sempat terbakar. Saya khawatir saat di lapangan dicederai. Kalau di proyek kan, 30 meter dari atas dijatuhkan baut, itu bisa nancep di tubuh. Diam-diam, saya pimpin pasukan buruh untuk melindungi saya. He he he...

Waktu itu orang tua tahu Anda tinggal di kontainer?

Mereka nggak tahu. Kalau tahu pasti mereka sedih. Namun mereka tahu saya itu hidup sederhana. Ayah dan ibu saya selalu mendukung.

Pelajaran berharga apa yang diajarkan ayah kepada Anda?

Yang selalu saya ingat, bapak mengajarkan untuk mencintai orang kecil. Ibu juga selalu mengingatkan agar memperhatikan orang kecil.

---

Sumber berita: Republika Online

Download file PDF:

Wawancara Republika - Hengki 12 nov 2007, hal 16 (2.1 MB)

[versi resolusi rendah] (350KB)

kirim ke teman | versi cetak

Berita Politik Lainnya

Usangkah Kapitalisme dan Sosialisme ?
Skandal Crappucino di Australia dan E-Mail Barrack Obama Hey SBY
Strategi Yingluck, SBY dan Sri Mulyani
Hari Korupsi Internasional - Koran Kompas masih menjadi "Kompas"
Walaupun tidak bisa sembuh, sedikit berita pelipur lara bagi Siti Hajar

Komentar Pengunjung

1. excellent record
Kamis, 15 Nopember 07 - oleh : Roeddy E Setiawan
Tract record dr pak Henky luar biasa sekali. saya setuju sudah waktunya Indonesia menghentikan subsidi buat tenaga asing, detail pelaksanaan bisa dibuat supaya tujuan nya efectif.

kalau org Indonesia takut laut saya rasa tidak tepat, orang indonesia memasang dan mengoperasikan fasilitas laut dalam yng pertama di Indonesai, lapangan west seno dg wtr depth 3200 ft, 82 km dr Bontang telah beroperasi dr th 2003

Banyak org indonesia yg merupakan brain of the company sdg berada dipuncak kebijaksanaan, produktifity, skill sudah dekat dg masa retirement. identify orang2 ini kumpulkan cari jalan agar kulminasi skill dan pengalaman mereka bisa ditransfer ke angkatan sesudahnya. one on one protege mentor barangkali bisa membuat negeri ini berakselerasi.

buat usaha yg bisa secara effectif merebut sektor jasa dimana bisnis construksi secara effective. gaji good welder dg bahasa yng terbata bata masih 3000+ USD. tidak ada welding school di negeri ini. kalau kita mencetak 10000 welder /tahun. uang devisa USd 455 juta akan otomatis mengalir kekampung2 asal welder welder setiap tahun. mereka jadi angsa emas untuk 30 tahun kedepan.
Tidak ada crane operator school, tidak ada heavy machinery school spt driving loader,leveling,doser, drilling school. kita perlu sekolah2 seperti ini.
satu korean chaebool, hiunday di th 2003 set 28 billion earning sbg target, semuanya dipundak welder sbg ujung tombak. 78 super tanker /year. hampir satu setengah super tanker per week

2. not impressif
Kamis, 15 Nopember 07 - oleh : eka
terlalu narciss neee!!!!
Ntar klo semua janji ga kebukti emang mau nerima konsekuensi apa mas???
Biar ga tong kosong nyaring bunyinya...

Kirimkan Komentar Anda:
Nama Anda* :
Email Anda* :
Judul Komentar* :
Isi Komentar* :
Security Code : Security Code
Type Code* :


 

Berita Menarik

Minggu, 16 Juni 13
Taufiq Kiemas dan proyek kilang Blue Sky Balongan

Sabtu, 20 April 13
Impor, impor dan impor - jurus jitu Mustafa Abubakar

Minggu, 17 Maret 13
Berita positif ekonomi dunia dan kemungkinan dampak baiknya bagi Indonesia

Sabtu, 02 Maret 13
Herry Saptanto ingatkan Jokowi akan operasi hujan buatan

Sabtu, 02 Maret 13
Phissing itu bukan bau kencing, tetapi bisa menghancurkan rekening bank anda

Sabtu, 02 Maret 13
Mari kita dukung & doakan semoga Anto beserta jajaran PT Hutama Karya bisa membuat terobosan sejarah

Sabtu, 02 Maret 13
Kenapa Bunderan HI dan Istana kebanjiran ? - analisa penghuni dekat Jl Latuharhari

Sabtu, 02 Maret 13
Apakah anda sudah menyiapkan Basic Survival Kit ?

Sabtu, 02 Maret 13
Renungan akhir tahun - sinar putih terang benderang

Sabtu, 02 Maret 13
Menikmati liburan akhir tahun dengan menonton film-film kualitas HD secara gratis

Sabtu, 02 Maret 13
Ketemu Agus Prabowo (Uwo) dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Rabu, 15 Agustus 12
Dialog 67 tahun yang lalu,sebagaimana dicatat oleh Lasmidjah Hardi

Minggu, 12 Agustus 12
Press release dari Bank Indonesia yang merisaukan saya

Sabtu, 09 Juni 12
Kenangan saat bertugas di Pertamina

Selasa, 05 Juni 12
Kristal kehidupan - intisari buku "Kisah-kisah sebuah angkatan"

Sabtu, 02 Juni 12
Wall street journal menyatakan pemerintahan Indonesia "koma"

Sabtu, 02 Juni 12
Menikmati fasilitas gratis di Internet - circa 2012

Jumat, 27 April 12
Karen Agustiawan dan Nur Pamudji perlu belajar ke Arifin Tasrif

Minggu, 15 April 12
Hartarto dan Habibie

Minggu, 01 April 12
Kisah cinta Michael dan Suu (bagian terakhir)

Minggu, 01 April 12
Kisah cinta Michael dan Suu (bagian kedua)

Minggu, 01 April 12
Kisah cinta Michael dan Suu (bagian pertama)

Minggu, 04 Maret 12
Sharing Firman Daudsjah - Cegah serangan jantung sejak dini

Minggu, 04 Maret 12
www.triharyo.com saat ini sudah tersedia di iPad dan dapat di-download gratis di App Store

Minggu, 04 Maret 12
Ketika Presiden memutuskan kenaikan harga BBM

Senin, 06 Februari 12
Mungkinkah “api di dalam es batu” menyelamatkan pasokan energi Jepang ?

Senin, 06 Februari 12
Perluas daya tangkap Wifi di PC ataupun Mac, sampai jangkauan 1 km, dengan relatif murah

Senin, 30 Januari 12
Studi penyakit jantung yang terbesar dan terlama dalam sejarah

Senin, 30 Januari 12
Kronologi jatuhnya 2(dua) CEO Blackberry

Jumat, 27 Januari 12
Sharing informasi tentang konversi BBM ke BBG dan download buku gratis

Kamis, 26 Januari 12
Menemukan jawaban - kenapa Amerika menempatkan 2500 marinir di Australia

Kamis, 26 Januari 12
Kenapa Syafruddin Prawiranegara dianugerahi Pahlawan Nasional ?

Senin, 09 Januari 12
Berita 2011 yang bisa berdampak - menghadapi kejahatan akutansi

Jumat, 06 Januari 12
Berita 2011 yang bisa berdampak - Pidato pamitan Bagir Manan

Jumat, 06 Januari 12
Berita 2011 yang bisa berdampak - Proyek Cepu dimulai

Kamis, 08 Desember 11
Kemungkinan perang Iran dengan Israel dan prediksi harga minyak bumi meroket

Minggu, 04 Desember 11
Bagaimana organisasi alumni kampus lain, memilih ketua mereka ?

Senin, 28 Nopember 11
Opini pribadi saya tentang rubuhnya Jembatan Kutai Kartanegara

Index Berita Lengkap

Pesan Singkat

Nama*
Email
Pesan*
Isikan 4 angka ini:
Security Code  
       
List Lengkap

Kalender

 
triharyo.com © 2007, Allright Reserved - Powered by auraCMS
Artikel adalah properti kontributor, isi dapat disadur dengan menyebutkan sumbernya.

IP Anda : 54.242.233.11 | Hostname: ec2-54-242-233-11.compute-1.amazonaws.com