1 (satu) set perhiasan Mutiara dari Lombok hanya Rp 100.000 - kenapa murah sekali & apa yang bisa dilakukan ?
Kamis, 09 Juli 09 - oleh : Triharyo Soesilo | 4 komentar | 7904 hits
"Berapa ?", tanya istri saya mengulang karena agak sedikit tidak percaya. "Rp 100.000 untuk satu set perhiasan ini, ibu", kata penjual perhiasan Mutiara di daerah Sekarbela, Mataram (silahkan kunjungi salah satu link-nya). Istri saya memang agak terkejut karena harga tersebut untuk 1 set Gelang, Cincin, Kalung, dan Anting (lihat foto). "Silahkan kalau ibu berminat, harga tersebut masih bisa ditawar", kata sang penjual lagi. "Wah ini kemungkinan palsu, ya ?", tanya saya semakin tertarik sambil bercanda. "ooh tidak pak, kita bisa siapkan sertifikat dan kalau tidak percaya silahan di-test". Tentunya yang dimaksud oleh sang penjual adalah pengetesan dengan api untuk membuktikan bahwa mutiaranya bukan terbuat dari plastik atau dengan menggigitnya memakai gigi. Sebuah metoda pengetesan yang paling sederhana dan cepat.
Saya terus terang tidak "tega" untuk menawarnya karena kagum dengan keindahannya dan tahu betapa sulitnya untuk membuat 1 set perhiasan tersebut. Lalu saya coba hitung-hitung, ternyata seluruh inventory di toko kecilnya tersebut, total nilainya tidak lebih dari Rp 10 juta. Kenapa bisa rendah sekali harga Mutiara Indonesia (Lombok) ?. Itulah pertanyaan di benak saya sewaktu mengikuti acara "Pencanangan visit Sumbawa", tanggal 6 Juli 2009 yang lalu dengan target meraih 1 juta wisatawan di tahun 2012. Salah satu acara khususnya adalah pembiakan mutiara oleh pak SBY dan ibu Ani.
Selidik punya selidik, berikut bebera hal yang saya baru ketahui tentang "Industri Mutiara" Indonesia :
Berdasarkan nilai perdagangan dunia, ada tiga negara yang mendominasi produksi mutiara, yakni Jepang (32,22 %), Australia (25,13 %), dan Tahiti (14,41 %). Indonesia sendiri masuk peringkat ke-11, yakni hanya 1,41 %.
Mutiara putih Indonesia adalah termasuk jenis mutiara yang termahal di dunia, yakni South Sea Pearl.
Saat ini Mutiara Indonesia diekspor ke Jepang (48,17 %) dan Australia (35,52 %). Namun sayangnya pengusaha Mutiara di Indonesia 90% masih dikuasai asing. Padahal modal awal relatif kecil hanya sekitar Rp 20 juta.
Harga Mutiara memang tergantung dari bebagai faktor. Harga mutiara akhir-akhir ini jatuh karena adanya kompetisi dari China dan India. Saya lupa tanya apakah mutiara yang saya beli di Sekarbela tersebut berasal dari China atau memang asli Lombok.
Ada sebuah pengalaman yang menarik dari negara Tahiti, yang hanya berpenduduk sekitar 180.000 orang dan luas tidak lebih besar dari Kabupaten Karimun, tapi bisa memproduksi Mutiara hitam dengan nilai US $ 160 juta per tahun. Tahiti ranking no:3 di dunia. Baca kiat-kiatnya disini. Sebuah konsistensi dan upaya terkoordinasi oleh Pemerintah Tahiti. Saat ini saya tidak berfikir yang muluk-muluk, tapi yang terfikir oleh saya hanyalah membawa sekitar Rp 10 juta inventory Mutiara dari Lombok lalu dijual oleh rekan-rekan Ganesha Enterpreneur Club (GEC) di factory-factory outlet di Bandung untuk konsumsi pembeli elit dari Jakarta dan Bandung. Sekalian tentunya membantu pengrajin di Sekarbela.
1. Mutiara Lombok Selasa, 14 Juli 09 - oleh : Reza
Betul, mutiara lombok termasuk south sea pearl terbaik didunia
Saya sendiri sdh merasakan manisnya bisnis mutiara ini
Reseller saya diluar negeri sdh lumayan
Bagi yg ingin merasakan manisnya jg, silahkan !
2. Ada kontak person pengrajinnya? Sabtu, 25 Juli 09 - oleh : dagozon
Bang Hengki apa punya nomor telepon atau alamat email atau
nomor yang bisa dihubungi ke pengrajin mutiara lombok?
boleh juga dicoba bisnis mutiara hihihi
salam kompak
eflinms
www.dagozon.c om
toko kaos online
3. nyari brgnya dimana?? Kamis, 21 Januari 10 - oleh : KAWIANI
saya juga berminat banget, kok murah ya? tapi nyari barang nya dimana donk???
4. no contactnya Selasa, 15 Juni 10 - oleh : agustinus
bang hengki kalau boleh saya minta no contact penjualnya atau alamat mana yg bisa dihubungi?